Memasuki usia 30 tahun cukup membuat saya di bayang-bayangi oleh ketakutan, Maklum sampai saat ini saya belum menemukan orang yang tepat untuk mengarungi hidup ini bersama-sama. Entah karena saya memiliki standart pasangan yang terlalu tinggi ato karena saya kurang membuka diri dengan teman-teman lelaki saya. Pernah suatu saat ada seorang laki-laki yang pendekatan dengan saya, kemudian laki-laki tersebut mengajukan pertanyaan yang cukup membuat saya bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Pertanyaan itu mengharuskan saya untuk memilih antara melakukan kehendak Tuhan dalam hidup saya ato lebih memilih rasa "cinta" ini untuk memiliki pasangan. Waktu menjawab pertanyaan tersebut secara spontan saya mengatakan bahwa saya lebih memilih kehendak Tuhan dalam hidup saya. Sebagai manusia biasa saya tidak tahu apa yang saya katakan tadi, jujur dalam hati saya saya menginginkan orang tersebut menjadi pasangan hidup saya tapi saya tahu itu bukan kehendak Tuhan dalam hidup saya.
Sebagai orang percaya kita harus memiliki sikap yang tegas terhadap kehendak Tuhan dalam hidup kita. Meskipun terkadang kehendak Tuhan sangat bertolak belakang dengan semua keinginan-keinginan kita namun kita harus percaya bahwa kehendak-Nya adalah sempurna bagi kita. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak ALLAH : apa yang baik, yang berkenan kepada ALLAH dan yang sempurna". (Roma 12:2)
Memang tidak mudah hidup dalam kehendak-Nya. Tapi sadar ato tidak kita dipanggil itu semua karena kasih karunia-Nya semata bukan dengan kuat gagah kita. " Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh IMAN; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian ALLAH, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri". (Efesus 2:8-9) Dengan kasih karunia itu juga kita dimampukan untuk tetap berjalan dalam kehendak-Nya yang sempurna,
Mari kita sama - sama belajar mengenal kehendak-Nya dalam hidup kita baik itu tentang pasangan hidup, pekerjaan, keluarga dan berbagai aspek dalam kehidupan kita. Hanya karena KASIH KARUNIA-NYA kita ada sampai saat ini dan dengan KASIH KARUNIA-NYA juga kita dapat berjalan dalam kehendak-Nya yang SEMPURNA.
